Kamis, 03 Oktober 2013





 

Radar Kediri, School Contes VII, Kami Datang ... (Kediri,21/9)Radar Kediri kembali menyelenggarakan event terbesar untuk para pelajar se-Kediri Raya. Gebyar School Contes semakin tahun semakin semarak. Berbagai lomba diselenggarakan sebagai wadah adu kreativitas para pelajar Kediri Raya. Setiap sekolah selalu menunggu untuk menampilan karya anak bangsa, anak Indonesia dalam ajang bergengsi ini. MTsN Pagu, meskipun baru pertamakali mengikuti tapi dengan semangat dan nyali besar bersiap untuk menang. Dengan mengusung konsep sederhana tapi bermakna, murah tapi tidak murahan, bercitarasa seni tinggi tanpa meninggalkan tradisi. Kami punya gengsi untuk mengikutkan Mading 3 D dan 2 D. “ Tunjukkan kreativitasmu dengan semangat mengebu,” kata Zaki Salahudin, pembimbing Mading. School Contes VII tahun 2013 ini menjadi salah satu ukuran kreativitas setiap sekolah yang ada di Kediri Raya. Masing – masing sekolah mengeluarkan semua kreativitas para siswanya.Perang Mading menjadi ikon tersendiri. Mading 3D dan 2 D menjadi pusat perhatian dalam lomba. Berbagai kreasi akan ditampilkan. Mulai dari yang unik, heboh sampai yang menginspirasi semua menjadi sangat luar biasa. Cara pengerjaan serta artikel yang berkaitan dengan tema “ my imagination, my future “ menjadi tantangan untuk mewujudkannya. Impian setiap anak bangsa menjadi suatu kekuatan untuk membentuk dirinya. Selamat berjumpa di School Contes VII Radar Kediri, kami para siswa kru Mading MTsN Pagu siap bertanding menguji kemampuan kreativitas kami. Impian Anak Indonesia ... Dari MTsN Pagu menjelajah dunia ... menembus ruang dan waktu ... ( Kru Mading “ Demi Masa “ ) Radar Kediri, Korannya Para Muda untuk Berkarya (KEDIRI, 22/9)Radar Kediri semakin mengkokohkan diri sebagai korannya anak muda. Berbagai acara coba digelar untuk para muda, para pelajar Kediri Raya. Salah satunya adalah School Contest atau EsCe . Tahun 2013 ini adalah penyekenggaraan EsCe –VII. Setiap tahun selalu bertambah lomba yang diadakan. Yang terheboh adalah Perang Mading. Akan dipilih 80 Mading, 40 tingkat SMP dan 40 tingkat SMA. Tentu ini menjadi ajang yang spektakuler dan menarik karena pasti banyak manfaat yang didapat oleh siswa maupun sekolah yang mengikutinya. Setiap sekolah dapat mengukur kemampuan dan kreativitasnya. Selain dapat sharing berbagai ilmu juga akan menjadi komunitas para muda dalam berkarya. Bertambah banyak teman dan saling berbagi pengalaman. “ Alhamdulillah, akhirnya madrasah kita tahun ini bisa ikut Perang Mading di EsCe VII, semoga menang, “ tutur Abu Muzaki, ketua kru Mading. EsCe VII ini mengandeng para sponsor bonafid, yakni Honda, One Heart. Salah satu pabrikan sepeda motor yang handal di kelasnya. Honda selalu menciptakan fanatisme para pemakainya. Honda sudah menjadi gaya hidup, satu hati hanya untuk Haonda. Sebagai sponsor utama tentu menjadi kebanggaan bagi para peserta EsCe apabila menjadi salah satu pemenangnya. “ Sponsornya Honda ya , wah keren itu ,” kata Arizona, kru Mading yang paling semangat. “ Kalau menang Madingnya, kita dapat hadiah motor dong,” seru Khorik gembira. Para muda, para pelajar merupakan aset bangsa yang berharga. Di tangan para muda, pelajar Indonesia , nasib bangsa ini digantungkan. Para muda yang kreatif, cerdas dan berwawasan luas lah yang nantinya menjadi pengerak kemajuan bangsa. Dengan “ Bukan sekedar informasi “ Radar Kediri tentunya mengemban misi untuk merangkul para pelajar dan memberikan ruang untuk berkreasi dalam event terbesar para pelajar Kediri Raya“ SCHOOL CONTEST VII .” Radar Kediri, Bukan Sekedar Informasi Kediri( 25/9) School Contest VII Radar Kediri mampu membuat heboh madrasah kami, MTsN Pagu. Dalam sepuluh hari sejak diputuskannya ikut EsCe VII Radar Kediri, semangat para kru sangat luar biasa. Menempati serambi mushola, para kru mengolah ide dan membuat konsep Mading yang akan dilombakan. Ide harus asli dan konsep harus sederhana tapi mampu mencuri perhatian para juri. Setiap hari, salah satu kesibukan para kru adalah membaca koran Radar Kediri untuk mengetahui semua informasi tentang EsCe. Sambil mengerjakan detail mading mereka terus mengikuti pemberitaan tentang event terbesar yang digelar Radar Kediri. Segala informasi terkini selalu menjadi bahan diskusi . “ Wah, ternyata kita tertinggal informasi selama 6 tahun ya, buktinya baru tahun ini kita ikut EsCe,” kata Umar , salah satu kru yang dipanggil Jepang karena punya mata sipit. Radar Kediri ternyata memang bukan sekedar informasi tetapi mampu menginspirasi para pelajar untuk menuangkan kreasinya. Bahkan menampung kreasi para pelajar Kediri Raya dalam EsCe ( School Contest ) , ajang kreativitas para pelajar yang butuh ruang kreasi untuk menuangkan ide- ide bagi kemajuan bangsa. Tema EsCe VII “ My Imagination, My Future” benar- benar mengkokohkan EsCe sebagai wadah para muda menuangkan seluruh imajinasinya, seluruh impiannya agar para pelajar memiliki kekuatan dan percaya diri mewujudkan semua impiannya. Menjejajah dunia ... menembus ruang dan waktu... “ Kami pasti bisa ... Hiduplah Indonesia Raya !!!!! ,” kompak para Kru Mading. “ EsCe VII ... Kami datang dan Kami Menang !!!,” teriak Abu Muzaki dkk.
         http://dbz8f51olbyc8.cloudfront.net/e2/cc/i77384930._szw565h2600_.jpg
Radar Kediri, School Contes VII, Kami Datang ... (Kediri,21/9)Radar Kediri kembali menyelenggarakan event terbesar untuk para pelajar se-Kediri Raya. Gebyar School Contes semakin tahun semakin semarak. Berbagai lomba diselenggarakan sebagai wadah adu kreativitas para pelajar Kediri Raya. Setiap sekolah selalu menunggu untuk menampilan karya anak bangsa, anak Indonesia dalam ajang bergengsi ini.
http://dbz8f51olbyc8.cloudfront.net/38/cd/i77385016._szw565h2600_.jpg

Memakai sepeda motor Honda seakan sudah menjadi prestise sendiri di kalangan para guru. Ini dibuktikan dengan survei sederhana yang dilakukan oleh para kru mading MTsN Pagu pada Rabu (25/9) . Ketika memeriksa tempat parkir guru, dari 70 guru dan karyawan ternyata yang memakai sepeda motor Merk Honda berjumlah 65 orang, sementara hanya 5 orang guru yang memakai sepeda motor merk lain.Sepeda motor Honda yang berada di tempat parkir Madrasah, mulai dari sepeda motor tahun 70-an atau Honda Kalong, Honda Unthul sampai pada varian Terbaru Honda Vario. Ini membuktikan bahwa Honda menjadi favorit para guru. “ Honda terbukti paling handal di kelasnya” ujar Moh.Irwan, Waka Sapras. “ Selahane entheng, gas e mantap, irit bahan bakarnya” tambah Muhari, teman seprofesi Irwan. Ternyata Honda memang One Heart, selalu di hati para pemakainya, Honda selalu menciptakan fanatisme para pemakainya. One Heart ... One Heart... Honda memang selalu di hati . “ Honda tetep nomer siji... Yess ! , “ seru Sunarto, Waka Kesiswaan MTsN Pagu. ( Kru Mading “ Demi Masa” )
http://d29dcds16kmxz5.cloudfront.net/42/d2/i77386306._szw565h2600_.jpg

Kediri (25/9) Sepeda motor sudah menjadi kebutuhan utama untuk aktivitas sehari- hari. Ke kantor, ke sekolah, ke pasar, mengunjungi teman atau sekedar menghabiskan waktu menikmati keindahan matahari di sore hari. Begitu banyak merek kendaraan bermotor roda dua, ternyata hanya Honda yang mampu mengikat hati para pecintanya untuk tetap setia hanya memakai sepeda motor merk Honda. “ Sepeda motor yang pertamakali saya beli ya Honda, dan ternyata sampai sekarang, sudah belasan tahun saya tetap memakainya,” ujar Sihabudin Kambali, guru MTsN Pagu bangga. “ Hanya ada sepeda motor Honda pilihan keluarga saya,” tutur Mambaul Jazilah, Kepala MTsN Pagu.

0 komentar:

Posting Komentar