Hari Kamis, tanggal 27 Juni 2013, menjadi hari yang tak pernah
terlupakan. Saya bersama teman-teman Mahasiswa UNP Kediri Prodi PBSI Tingkat 4
melakukan kunjungan ke kantor Radar Kediri yang terletak di Desa Mutih, Kecamatan
Gampengrejo, Kab. Kediri. Rombongan kami berkumpul di kampus II UNP Kediri
pukul 15.00, kemudian berangkat bersama-sama menuju kantor Radar Kediri sekitar
pukul 15.30. Rombongan kami berjumlah 45 mahasiswa dari berbagai kelas.
Setiba di kantor
Radar Kediri, kami langsung disambut hangat oleh para turis asing yang berasal
dari berbagai negara, antar lain Australia, Thailand, dan Singapura. Mereka
baru saja mengunjungi Radar Kediri untuk melakukan penelitian tentang
kebudayaan dan kesenian Indonesia. Kami juga sempat bercengkerama dengan
mereka, meskipun kami menggunakan Bahasa Inggris yang kacau. Saya sangat
terkejut ketika saya mengucapkan “welcome”, ada turis yang malah berkata
“selamat datang, sugeng rawuh”. Sontak saya dan teman-teman tertawa
terbahak-bahak.
Setelah sekitar 30
menit kami menunggu di luar, akhirnya rombongan kami dipersilakan masuk menuju
sebuah ruangan di lantai II. Ruangan itu ber AC, ada meja dan kursi pertemuan,
layar proyektor, dan media audio visual. Selang 10 menit kemudian, Bapak
Subardi Agan menyampaikan sambutan dan ucapan terima kasih kepada pihak Radar
Kediri yang telah memberikan izin kepada para mahasiswa UNP setiap tahun untuk
berkunjung ke Radar Kediri.
Dilanjutkan dengan
pemaparan seputar Radar Kediri dan media massa cetak yang disampaikan oleh C.O.
Radar Kediri, Bapak Tauhid. Beliau menjelaskan sejarah media massa cetak dari
zaman sebelum masehi hingga berkembang seperti sekarang ini. Dari penjelasan
Beliau, kami mengetahui bahwa Radar Kediri merupakan termasuk group Jawa Pos
yang berdiri sejak tahun 1999. Ada beberapa teman yang mengajukan pertanyaan
tentang materi yang telah disampaikan.
Materi selanjutnya
disampaikan oleh Bapak Haris. Beliau menjelaskan detail proses dan tahapan
pembuatan surat kabar Radar kediri setiap harinya. Tahapan pertama dimulai dari
pencarian berita oleh para wartawan dan sumber berita yang lainnya, dilanjutkan
pengumpulan berita di kantor Radar Kediri. Mulai pukul 17.00, kesibukan kru
Radar Kediri semakin meningkat, yang puncaknya sekitar pukul 18.00, yaitu
mengedit berita per halaman, per kolom, hingga menjadi sebuah surat kabar Radar
Kediri yang biasanya terdiri dari 8 halaman. Berita yang sudah tertatat rapi
itu selanjutnya dibawa ke daerah Nganjuk pada pukul 23.00 untuk dicetak menjadi
23.000 eksemplar.
Setelah
penyampaian materi, kami dipersilakan untuk menuju ke ruangan redaksi. Di
ruangan itu, kami diberikan kesempatan untuk melihat langsung proses penyusunan
surat kabar oleh para kru Radar Kediri. Ditengah kesibukannya, mereka masih
sempat menyambut kami, menyapa kami dengan ramah, dan menjawab berbagai
pertanyaan yang kami ajukan, meskipun dengan tetap sambil bekerja. Saya
membayangkan aktifitas sesibuk ini dilakukan mereka setiap hari, tanpa ada
liburnya, sangat menantang.
Setelah puas di
ruang redaksi, akhirnya kami pamit untuk pulang. Sebelum pulang, kami sholat
jama’ah maghrib dulu di musholla Radar Kediri. Meskipun badan terasa lelah,
namun kami sangat senang, karena mendapatkan wawasan, pengalaman, dan pengetahuan
baru yang kami peroleh dari kunjungan ke Radar Kediri ini. Semoga saja lain
waktu saya bisa berkunjung lagi ke Radar Kediri hingga tengah malam, supaya
bisa melihat secara langsung proses mesin cetak dalam mencetak 23.000 eksemplar
koran Radar Kediri. Sekian.




0 komentar:
Posting Komentar